Kita Butuh Elliot Ness Versi Indonesia 0
Bagaimana bila kasus Chandra-Bibit benar-benar deponering? Apakah ini yang terbaik, demi kepentingan umum? Deponering, artinya mengenyampingkan berkas-berkas perkara dugaan pemerasan, penyuapan, dan penyalahgunaan wewenang dengan tersangka Chandra-Bibit. Deponering ini merupakan sistem yang ada di Kejaksaan Agung. Deponering juga menjadi salah satu saran dari Tim 8, Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum. Alasannya karena kurangnya bukti. Memang, semakin lama, kasus ini semakin menjadi-jadi dramanya. Alasan menguak kebenaran jadi menguak aib-aib pada peradilan Indonesia. Ya, karena dengan adanya kasus ini, masyarakat awam jadi mengetahui adanya makelar kasus atau markus peradilan Indonesia. Kita yang awam jadi miris melihat aparat yang mudah sekali disetir oleh duit. Namun yang paling menggelikan adalah bahwa pihak yang tampak jelas melakukan kesalahan tidak didiadili, sementara yang masih buram kesalahannya justru dijadikan tersangka. Apalagi masyarakat mulai membanding-bandingkan penyelesaian kasus korupsi ini dengan kasus Bu Minah yang dikenakan tahanan rumah 1 bulan 15 hari karena membawa 3 kakao, seharga Rp 2100,-, dari perkebunan PT RSA. Ironis sekali melihat perbandingannya. Benar-benar bukan pendidikan hukum yang baik. Belum lagi dengan kurang tegasnya Pimpinan Bangsa. Yup, masyarakat tidak sabar menunggu tindakan Pemimpinnya yang selalu mengatakan akan menjadi orang pertama yang akan menghadang siapapun penghalang KPK (dalam artian, mereka yang menghalangi pemberantasan korupsi). Jadi, wajarlah kalau sekarang kita bermimpi akan ada Elliot Ness berikutnya, FBI yang tak kenal lelah melawan mafia, hingga berhasil menjatuhkan gembong mafia Al Capone. Kita butuh sosok Elliot Ness versi Indonesia yang berani tegas dan tak kenal lelah memberantas koruptor atau mafia peradilan, entah itu dari KPK, Kejaksaan, MK, atau bahkan Presiden RI sendiri.
8 jam yang lalu
-
Generasi Garuda dan Evan Brimob 6
Jejaring sosial telah mampu menyuarakan suara rakyat dengan lebih jujur dan berani. Beberapa pergerakan lahir tumbuh dan berkembang di dunia…
Selasa, 10 Nov '09
-
Sekali Lagi: 10 Keganjilan di Bank Century (10-Belum Tamat) 1
bahkan setelah disuntik Rp 6,7 triliun, dari brankas Bank Century (yang notabene sudah berpindah kepemilikan oleh LPS dan diawasi khusus oleh…
7 jam yang lalu
-
Sekali Lagi: 10 Keganjilan di Bank Century (9) 0
Pengusutan khusus pada fase FPJP ini sekaligus untuk mengurai secara gamblang apakah kebobrokan Bank Century memang ulah keluarga Tantular semata,…
10 jam yang lalu
-
Email Susno Duadji Yang Mengklarifikasi Tidak Terlibat Dirinya Dalam Century Gate 2
Perkenankan pd kesempatan ini melalui Email kami menyampaikan penjelasan terkait dng informasi yg direlease media masa pd minggu ini dng berbagai…
21 jam yang lalu
-
Mega Sinetron: Ketika Cicak Bersaksi 18
Mega Sinetron bertajuk "KETIKA CICAK BERSAKSI". Saksikan di layar televisi Anda setiap hari... Acara ini didukung oleh Bank Century...
Senin, 16 Nov '09
-
Sekali Lagi: 10 Keganjilan di Bank Century (8) 0
Bank Indonesia sudah tersandera dengan keteledorannya(?) sendiri dalam episode pengucuran FPJP, sehingga mau tak mau memang harus “ngotot”…
Jumat, 20 Nov '09
-
SBY [Keputusan Yang SALAH dan MAHAL] 84
Jakarta, Minggu, 20 Maret 2005
Senin, 9 Nov '09
-
Syafi'i Ma'arif: Jangan Berharap Tanduk kepada Kuda (Nylekit banget nih) 8
JAKARTA - Komentar pedas terlontar dari cendekiawan muslim Syafi'i Ma'arif, menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bamabng Yudhoyono (SBY) yang…
Kamis, 19 Nov '09
-
Hari ini kita Halal Ber-sumpah Serapah! 3
Hari ini kita halal bersumpah serapah. Seperti sumpah serapah Tuhan untuk para penjahat legendaris seumpama Yazid, Abu Jahal, Abu Lahab, Firaun…
Kamis, 19 Nov '09
Artikel di kolom utama ini disusun berdasarkan rating yang Anda berikan, lebih jauh.
lukito
Dandhy Dwi Laksono
cahPamulang
Tasyriq Hifzhillah
guawijaya
daengrusle 




Hermawan Sulistyo, Pengamat Politik
