SBY [Keputusan Yang SALAH dan MAHAL] 84

Senin, 9 Nov '09 12:10

Jakarta, Minggu, 20 Maret 2005

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sumringah, senang tidak kepalang, hati berbunga-bunga karena sang Arjuna kebanggaan keluarga telah menemukan calon yang cocok. putra sulung presiden pilihan rakyat itu, Lettu Infanteri Agus Harymurti Yudhoyono, 27, bertunangan dengan pujaan hatinya. Wanita beruntung yang bakal disunting perwira muda itu adalah Annisa Pohan, 24, salah satu presenter olahraga di salah satu televisi swasta.

Acara pertunangan tersebut diadakan di rumah orang tua Annisa Pohan, yang tak lain adalah Aulia Pohan, di Jl Senopati, Jakarta Selatan. Aulia Pohan adalah salah satu deputi gubernur Bank Indonesia. Annisa yang punya nama lengkap Annisa Larasati Pohan itu adalah putri kedua Aulia Pohan.

Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2008

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bermuram durga, sedih tiada kepalang, hati remuk berkeping-keping karena sang Arjuna kebanggan keluarga memperistri anak seorang tersangka KORUPSI.

Implikasi Politik

Apakah ini menunjukkan kelemahan Presiden dalam pengambilan keputusan, bagaimanakah kebijakan-kebijakan yang telah diputus untuk negara ini, apakah sudah benar atau belum...untuk keluarganya sendiri saja bisa seperti itu...

Pemimpin seperti inikah yang kita cari????

 


Tag: buaya, cicak, sby, korupsi, koruptor, Keputusan, Kasus, Aulia Pohan, Annisa Pohan, Dilema, cecak, cicak vs buaya

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

AdhiIrawan 1 suka | 0
SBY membuat banyak kesalahan,
tapi yang ini ngga relevan gan, anak seorang tersangka korupsi, seorang anak ga bisa disalahin atas perbuatan orangtuanya.

apalagi mertua dari anak seorang tersangka korupsi.

kita ga sepicik ini kan?
guawijaya 0 0
Ini pertanyaan bos, apakah ini menunjukkan kelemahan Presiden dalam pengambilan keputusan?
Karena dalam menentukan besan, peran orang tua, masih sangat besar. Apalagi merekrut calon keluarga, yang notabene akan menjadi keluarga besar Presiden. Relevansinya adalah ketika mengambil keputusan....banyak hal yang harus dipertimbangkan matang-matang, apalagi ya itu dia adalah icon negeri ini.
Kalo picik, adalah ketika kita ujug-ujug menjudge....disini yang ada adalah pertanyaan.
Contoh yang picik adalah yang menjudge....seperti,'MUNGKIN' pertanyaan: "kita ga sepicik ini kan?"
Hihihihihi.....
Ndoro 0 0
AdhiIrawan: menurut gw nih ya....ADA RELEVANSI nya...coba kalo kita mau berbesan dengan orang lain. Pasti akan gw liat bobot, bibit, bebetnya....kalo perlu taruh kecurigaan pada calon besan, dari pada keturunan gw selanjutnya nanti ada DARAH Koruptornya. Ada GEN KORUPTOR-nya....AMIT-AMIT.....Jangan sampai deh. Pokoknya kalo mau cari jodoh ada besanan lihat...AGAMANYA-AGAMANYA-AGAMANYA...bukan POSISI, JABATAN dan HARTANYA....
sounde 0 0
yaaah.... itu kan urusan hati anak nya... berarti SBY demokrasi donk.... yg mau nikah kan anak nya... bukan SBY...
gk fair lah urusan rumah tangga di kaitkan dengan negara...
dan anda mungkin tahu kejam nya politik...??
bisa jadi Aulia Pohan juga di jebak, karena ngincer SBY supaya tidak terpilih untuk pemilu berikutnya... jangan terlalu men jugde lah...
sounde 0 0
setitik nila rusak susu sebelanga kan....? itu lah yang di inginkan buaya.... kita harus cermat melihat setiap kasus, jangan gmapng ter provokasi
guawijaya 0 0
sounde: Demokrasi itu ciptaan manusia, saya setuju dengan bung Ndoro: dimana tatacara hal-hal yang menyelamatkan kita dari kenistaan dan fitnah telah diatur oleh pencipta kita. Kita ndak tahu apa yang ada dibelakang itu semua, karena dunia itu permainan. Setahu gw anak yang berbakti adalah anak yang sayang sama orangtua, salah satunya pengejewantahannya adalah menjalankan syariah agama yagn dianutnya. Utk selamat kita kembali kepada-NYA.
guawijaya 0 0
sounde: lho, ini isyu sentral kepeminpinan nasional kita sekarang koq mas. Dimana KEPEMIMPINAN SBY dipertaruhkan pada kasus CICAK vs BUAYA atau apalah itu...
Ndoro 0 0
Nampak jelas, para pendukung SBY yang tidak mau menerima FITRAH sebagai manusia yang tunduk pada aturan-NYA. Demokrasi diAGUNG-kan dan dianggap GAUL, aturan-NYA dianggap KUNO.....
Ndoro 0 0
guawijaya: Saya tahu maksud anda. Bahwa, semakin berada di posisi ATAS, kita harus semakin MAWAS. Karena akan berekses pada hal-hal selanjutnya, terutama dalam hal pengambilan keputusan tentunya.
sounde 0 0
guawijaya: ya itu lah maksud nya, saya juga bukan orang politik, cuma orang awam... saya cuma membayangkan, tanpa sepengetahuan saya, mertua saya adalah koruptor... apa itu salah orang tua saya...?
Ndoro: emang kita selalu pengen the best dalam segala hal, perfect!! tapi kenyataan nya, kita bisa mendapatkan hal terburuk yang tidak di sangka2... who's the one to blame...??
sounde 0 0
Ndoro: saya bukan pendukung SBY, tp kalo kita cuma bisa mencela semua pemimpin kita dan tidak melakukan apa2 ya percuma, demokrasi hal yang bagus, tidak jelek kok... tidak suka demokrasi...? bikin lah negara sendiri...
Ndoro 0 0
sounde: demokrasi suka-suka aja...but dalam prinsip utk pribadi dan keluarga saya berusaha mencoba pake tuntunan-NYA. Takut keminter mas....
stephen hologram 0 0
Ndoro: saya setuju jika dengan pendapat anda untuk mencoba menggunakan tuntunan-NYA, tapi tahukah anda ajaran agama apapun menyerukan kita untuk patuh dan taat pada pemimpin kita senyampang tidak bertentangan dengan aturan Agama, dan SBY tidak pernah mengeluarkan perintah yang melanggar norma agama, satu hal lagi, saya percaya yang menentukan siapa presiden kita adalah pencipta kita, kita hanya pion yang hatinya dibolak balik.
Tyar 2 suka | 0
Apa sih yang diributin...???
Toh, SBY meminta besannya itu tetep dihukum sesuai hukum yang berlaku....
Yang lebih penting dibahas lebih banyak boss...
Yang lebih bersalah, yang pantas dihukum lebih se-abrek...
Mulai dari diri kita ajalah... Gak usah ngungkit2 kesalahan orang lain, seolah kita ini makhluk suci yang gak pernah bersalah...
Toh kita juga pernah korupsi kan?? Karena mungkin kita gak ada uang yang bisa dikorupsi, akhirnya korupsi waktu.. Berangkat telat, istirahat lebih lama, atau pulang dipercepat... ^_^
Bukan begitu saudara2 sekalian...

regards,
sounde 0 0
Tyar: hehehehhe..... iya sih bener juga, gk da orang di dunia ini yang bersih 100 persen..
sounde 0 0
Ndoro: di dalem agama juga ada demokrasi loh... segala sesuatu yg kita jalan di dunia ini kan berdasarkan NYA.. baik itu negara, keluarga, profesi, dll... tidak bisa di pisahkan.. karena merupakan suatu kesatuan..
Terang 0 1 tidak suka |
stephen hologram: Tyar: Sebenarnya hal2 yg sekarang terjadi, pokok permasalahannya adalah di orang No.1 Indonesia. Ketika ketidaktegasan menimbulkan polemik baru, hal ini terasa sejak lama. Apakah kita tidak dapat melihat relevansi yang coba diangkat rekan guawijaya: ???
Memang terkesan nyinyir atau maksa....tapi sebenarnya ya juga gitu lho....

Lha wong, yang bersangkutan mengakui malu dan merasa salah pilih, kenapa gw katakan demikian, gw dapat info bahwa semua pemberitaan yang mau memuat kunjungan orang No. 1 ini ke penjara dalam rangka menengok besan, di halang-halangi....Lha kalo merasa hukum sudah ditegakkan kenapa pula malu berkunjung ke penjara utk menengok besan sendiri??? Yahhhh...demi JAIM mungkin....
guawijaya 0 0
sounde: Ndak nge-blame siapa2 kok....Soalnya dalam Pengambilan Keputusan, hal yang menyangkut image/brand harus benar2 diperhatikan, karena ketika akan mengeksekusi suatu kegiatan, hal itu akan berdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga ketika image/brand rusak baik karena sang brand maker salah ambil keputusan ataupun karena hal2 yang sebenarnya ngak ada hubungan langsung dengan brand tersebut tapi berkonotasi baik langsung maupun tak langsung maka hal itu juga akan berdampak negatif terhadap brand tersebut.

Benar seperti kata Terang: kealpaan dapal pengelolaan brand tersebut menyebatkan manipulasi terhadap "SUATU" kegiatan agar publik lupa.
muti 1 suka | 0
uda basi pak pak, apapun bagaimanapun sekecil apapun pak SBY berbuat, pasti akan akan ada celah untuk dicela..
g perlu diributin... katanya g mau keminter kok malah komennya gitu2...
Eko 0 0
gak ada hubungan. harus berpikir jernih dlm setiap pengambilan keputusan, tidak bisa semaunya klo kita mau "A" ya harus dipksakan "A" klo mau "B" harus "B".
Tapi satu tujuan yang pasti bahwa KORUPTOR harus DILENYAPKAN.

o,ya setau saya tuh besan SBY bukan terlibat korupsi, tapi penyalahan wewenang yang menyebabkan kerugian negara. CMIIW
freak671 0 0
Yah.. namanya juga manusia,, toh SBY juga ga tau kalo besannya itu koruptor... Lagian besannya juga dihukum dengan semestinya? apa yang diributkan?
Manusia ngga sempurna, setinggi-tingginya pemimpin, sepintar-pintarnya orang, setinggi-tingginya pendidikan orang, pasti ada kelemahan dan kesalahannya. Yang penting ngga lupa sama pencipta...dan memperbaiki yang ada...
pUU 1 suka | 0
namanya juga orang.. mau yang terbaik.. tapi ternyata gaktau ujungnya kayakgitu.. jang dibuat pikiran negatif lah.. klo negatif terus kapan kita bisa dukung pemerintah.. ayo maju bersama
yusro 0 0
Berlebihan. SBY tidak cari besan, anaknya cari istri, bonusnya bapaknya dapat besan : ))
oh_yeah 2 suka | 0
terlalu melebar...
kok jadi aneh ya pembicaraannya...

ngomong KPK jadi ngomong ampe besan2nya... malah kata gw salut si BEYE ini bisa membiarkan besannya di ADILI...

coba fokus pembicaraannya ke KPK vs POLRI dan "root" problemnya jangan ampe kemana-mana... ntar malah g selese2...
izzy 1 suka | 0
@ atas...
bener bgt tuh...
gak ada hub'a antara sby ma besannya...

mang SBY tuh tuhan?bisa memprediksi hati orang ke depan??

kasus ini menurut gw gak bisa mempersalahkan/mempertanyakan apakah keputusan sby benar?
the_wise 2 suka | 0
jadi kalo anak koruptor ga boleh jadi anak yang baik ya, sehingga dia ga boleh nikah sama orang yang baik² juga?

benar bahwa kalo mau menikahi seseorang harus liat latar belakang keluarga juga, tapi yang paling penting kan yang dinikahinya bukan orangtuanya, latar belakang keluarga cukup jadi bahan pertimbangan saja.

setuju ama bang oh_yeah, justru dari kejadian ini saya salut sama SBY yang membiarkan besannya diadili..
omjin 2 suka | 0
wah thread nya LEEBAYYYYY........, klo mau nyalah -nyalah in SBY..., cari berita yang lebih mutu doonnkkkk
rezq 1 suka | 0
boss....yang jadi TERSANGKA nya itu AULIA POHAN, Bukan SUSILO BAMBANG YUDOYONO, lagian masih tersangka belom terdakwa, so.....ngga ngepek buat meng intimidasi SBY....
DeGreat 0 0
kok arahnya jadi seperti nyari2 kesalahan SBY sih..
ini situs "cicak" kan??

mau siapapun jadi presiden pasti juga akan seperti ini.
gmna mo kelar masalah negara ini, klo orang yg berniat memperbaiki negara ini dikit2 disalahkan..

saya yakin siapapun presiden yg terpilih, beliau pasti berniat memperbaiki negara ini, cmn cara mereka masing2 berbeda.
yg dibutuhkan pemerintah adalah dukungan dan kerja sama dri rakyat.. jgn cuman bisa mengkritik dan menyalahkan tp tidak melakukan apapun untuk membantu negara kita ^^
btw, saya endak nyoblos sby lo.. ^_^
burukutuk 1 suka | 0
Menurut saya antara anan dan orang tua jangan dihubungkan. Lebih baik membantu negara daripada hanya mengkritik. Mendingan memberi saran.
bezt 1 suka | 0
Parah neh situs.... Kalo bikin sensasi jangan keterlaluan dong bang....
Saya rasa, Ga logis dan keknya ga punya etika tulisan anda diatas(dan artikel2 yg lain)... Saya orang putih (bukan pendukung manapun)
tp sy sedikit tau jasa2 beliau, dan saya sangat menghargainya. Coba anda renungkan tulisan anda diatas tadi??? Emang salah beliau apa?? itu kan diluar keinginan beliau.... Kok bisa anda bilang kek gt???
ckckckck....

@Netters dan kaskuser tolong ditela'ah... kita bukan orang bodoh yang mudah diprofokasi dan dimanfaatin buat tujuan ttn,
KPK "yesss...." Provokatif "No...."
Reza I. Permana 1 suka | 0
Setuju banget buat di atas gwe...

Orang berpikir "LUAS" doong... coba kalo yg dulu² yg ada di sembunyiin, semua di bungkam....

Apalagi masih relasi Keluarga pasti gak lama udah menghirup udara bebas.....

'Think Smart Not Harder'
andry 1 suka | 0
Oi2..
Kenapa kalian ngeributin anak nya sih..??
nih website bukan buat caci maki orang kan...??
apalagi presiden...
Lu ngerasa bersalah ga udah ngatain presiden sendiri...
bukan cuma karena presidennya SBY..
kalian ngatain presiden sendiri di mata dunia..
ya ampuuuuuun...
kalian tuh sama ga bermoral nya sama koruptop kalo kalian ngangkat AIB orang lain..apalagi masalah gini..
apa sangkut pautnya anak seorang koruptor..
sama2 makan nasi gan..
cuma salah orang tuannya terlibat korupsi..
bukan salah anaknya nyuruh2 bapaknnya korupsi..
ada2 aja Lu pade gan...

tolong jgn manfaatkan website ini untuk memperkeruh keadaan...smoga website ini bisa menjadi alat bantu pemberantasan korupsi..
damai yuk gan..jgn ribut2... ^^
bhecobdg 0 0
AdhiIrawan: bner saya salute ama vote anda....
muti 0 0
masi banyak ternyata orang2 yg mencintai indonesia tanpa mau saling mempersalahkan orang2 ataupun institusi tertentu.. tetep semangat bwt semuanya, jangan mau terprovokasi, siapa lagi yg bisa menjaga persatuan bangsa ini klo kita yg bagian kecil ini saja terpecah2 dan terus mencerca pemimpin...mari kita serahkan pada yg berwenang
suporter 0 0
untung aku gak milih dia waktu itu
muti 0 0
memang ap untungnya??saya g merasa rugi berpartisipasi dalam pemilu...siapapun yg saya pilih
guawijaya 0 0
rezq: maaf, sepertinya ketinggalan berita, coba gugling mengenai Aulia Pohan, lihat statusnya. Dan ini bukan black campaign. Ini hanya bertanya? Sekali lagi gw bertanya "Pemimpin seperti inikah yang kita cari????"
burukutuk: sepertinya insightnya adalah klo kita nanti sampai pada jenjang yg tinggi, sebaiknya kita melihat segala sesuatunya pada ATURAN-NYA, Insya Allah terhindar dari AIB dsb-nya, itu JANJI-NYA.
muti: Saya tidak memprovokasi, tapi mencoba menelaah dari suatu yang kecil2, yang mungkin kita lupakan sebagai hamba-NYA. Ketika kita mencari jodoh, maka ADA JUGA LHO ATURANNYA....Dan ini adalah salah satu faktor pengambilan keputusan STRATEGIC...

bezt: Mas, dapat dilihat ngak, ada keragu-raguan atas penyelesaian kasus CICAK vs BUAYA. Kenapa pula ada TIM 8, kenapa pula tidak digunakan HAK PREROGATIF beliau.....Semua itu adalah POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN, yang ternyata sering salah dan lambat, Contoh mantu adalah salah satu aja mas, yang kita sama-sama tahu dan lihat.
alibabaix 0 0
kenapa jadi mencela anaknya sby nih??namanya hati,dia mau nikah sm anak koruptor kek,toh kn yg korupsi bapaknya bukan anaknya..kasian dong anak2 sm menantunya yg ga tau apa2 dibawa2..
kan ni situs untuk kita yang membenci para koruptor dan mencintai KPK..

kok jadi terlihat seperti kampanye hitam politik??
secara ga langsung mau menjatuhkan nama baik SBY..
yg kita bahas kan skrg soal masalah yg skrg sedang berlangsung,bukan ngebahas soal sby..
guawijaya 0 0
burukutuk: sebenarnya sarannya adalah, jangan gegabah sama hukum Allah, karena dibalik aturan-aturan tersebut ada kebaikan. Contohnya adalah ketika memilih jodoh/pasangan hidup:"Lihatkan Hartanya, Kecantikannya, Kepintarannya...tapi yang lebih baik dan mulya pilihlah berdasarkan AGAMANYA". Sehingga ketika kita berpatokan pada hal tersebut, Insya Allah terhindar dari AIB. Klo beliau tidak menganggap ini AIB, kenapa tidak pernah kita lihat, dengar dan baca, berita mengenai Kunjungan beliau ke penjara nengok besannya dan permutasi lainnya mengenai hal itu.
guawijaya 0 0
alibabaix: mas di Indonesia ini, orang gampang sungkan. Nah, biar sungkan melakukan korupsi, buatlah MALU.....
guawijaya 0 0
tolong baca juga ini: http://cicak.or.i…utk-koruptor
Ndoro 0 0
mas guawijaya: banyak orang yang tidak bisa menyambungkan, suatu contoh kecil PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Dimana tatakrama pengambilan keputusan sudah ada guidance-nya, dan juga efek pengambilan keputusan penting yang harus dihadapi/ditanggung seumur hidup.

Dan satu lagi masih banyak rekan2 yang faham apa yang dihadapi sekarang ini adalah lemahnya POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN dari PEMIMPIN kita.

Tambahan, apa yang ditulis diatas, bukan BLACK CAMPAIGN....tapi FAKTA yang terjadi dan karena kita sudah jauh dari AGAMA, maka kita hanya memakluminya dan menganggap ngak ada hubungannya urusan percintaan anak dengan orang tua.
Ndoro 0 0
alibabaix: mas faham ngak sih apa itu black campaign??? Lha itu fakta lho....
alibabaix 0 0
Ndoro :saya paham,,tapi artikel ini saya rasa bernada provokatif,saya akuin SBY saat ini memang lemah dalam mengambil keputusan..
tp secara tidak langsung artikel ini sudah membahas,masalah rumah tangga seseorang..
contoh: jika ayah anda seorang perampok,apakah salah istri anda menikahi anda karna cinta??tp karena ayah anda seorang perampok,istri anda tidak jadi menikahi anda..
tidak kan??

jodoh itu sudah digariskan dan ditakdirkan toh mas sama ALLAH SWT..

marilah kita sama2 membahas smua ini menjadi sebuah solusi,tetapi jangan tambah menjatuhkan karena kejelekan seseorang..

mohon maaf klo kata2 saya menyinggung,,thx

HIDUP CICAK.

david 0 0
setuju sama bro alibabaix , kan yang korupsi orang tua nya, orang tua nya salah mank nya anak nya juga ikut salah ??

dan juga saya rasa artikel ini "sangat " bernada "provokatif"

"Pemimpin seperti inikah yang kita cari???? " bisa kita lihat dari kalimat terakhir dari artikel tersebut

no offense
de'killa 0 0
othak athik gathuk.....out of topic.
Ndoro 0 0
alibabaix: oke deh...sebenarnya maksudnya semua baik, dan bertujuan sama. Yg satu bernada "MUNGKIN" provokatif yang lain bernada "MODERAT", bagi gw ndak ada masalah. Karena dua-duanya bertujuan sama. Demi kebaikan, bukankah "KRITIK" dan "KEBENARAN" itu terasa pahit. Semoga memang itu maksud dari bung guawijaya: ...AMIEN....Yg penting ESSENSI nya, dan saya tangkap bahwa maksud penulis dan teman2 semangatnya sama....Cuma "ANGLE" yang disorot berbeda sehingga kita merasa "TDK NYAMAN". Karena BIBIT, BOBOT dan BEBET yang diajarkan oleh keyakinan yang dikritik menyatakan demikian. Mungkin saya salah, tapi saya rasa demikianlah yang saya rasakan.
Terang 0 0
wah...rameeee.....saya rasa inilah pencerahan dari suatu kejadian, ada yang memandang MIKRO, dan ada yang memandang MAKRO. Semua ndak apa-apa....pelajaran bagi kita nanti, jika kita mau menetapkan squad keluarga tambahan, harus HATI-HATI....PILIH-PILIH. Bagaimana kita memilih, yg paling baik ya, sesuai dengan tuntunan AGAMA kita. PILIHLAH dari segi AGAMANYA....Mungkin secara penampakan, dia menutup aurat (Insya Allah baik), bisa ngaji (Insya Allah baik), tahu mengenai Fiqh (Insya Allah baik), dan seterusnya dan seterusnya. Karena faktor kekayaan, kecantikan dan kepintaran bukanlah hal yg utama.....Mungkin itu yang ingin diungkapkan penulis. Gw bukan ngebela, tapi lihat apa sih yang sebenarnya diutarakan, seperti kata Ndoro: ESSENSI-nya.
bangades 0 0
menurut gw, ini ga ada relevansinya sama SBY. jujur, gw bukanlah pendukung SBY, justru gw termasuk orang yang mungkin sedikit anti SBY. tapi mengaitkan keputusan anaknya untuk menikah dengan seorang wanita yang di kemudian hari terbukti sebagai seorang koruptor, menurut gw sudah di luar batas kewajaran. menikah dengan siapapun adalah hak si anak SBY ini. lgipula toh aulia pohan baru terbukti setelah mereka menikah kan? jadi ga ada relevansinya sama sekali. beda kalo si Agus menikah pada saat aulia pohan sudah terbukti bersalah. itu lain soal, walopun kita sama sekali ga punya hak nge judge pilihan nya Agus Harimurti..
guawijaya 0 0
thanks utk teman2 yang berkomentar atas tulisan diatas. Pro-kontra memang terjadi, gw hanya ingin menyampaikan apa yg menurut gw menjadi cikal-bakal atau mungkin inilah sejatinya presiden kita dalam kemampuan mengambil keputusan. Jauh dekat hubungannya, tetap saja berkolerasi. Terasa aneh dan provokatif, ndak apa-apa. Tetapi bener, sy ingin mencari pangkal sebab, lambatnya proses pemberantasan korupsi disemua lapisan.

Itikad dari tulisan ini, utk mengingatkan pemimpin kita, bahwa segala aktivitas keputusan yang dibuat baik dari lingkup keluarga ataupun keputusan2 lainnya akan berdampak terhadap gerak langkah beliau.

Beda jadinya jika tidak ada beban menggelayut dipundak, sehingga apapun yang dilakukan bisa cepat, cergas, cerdas dan efisien. Ayo, berantas KORUPSI. Mulai dari diri kita dan keluarga kita. Ingatkan suami, istri, bapak, emak, anak dan saudara2 kita utk TIDAK KORUPSI. Karena stigma itu mau tidak mau akan menular kekeluarga.
Polos 0 0
Provokatif....YES
Ngak ada Hubungan....Ndak JUGA, pasti ada, lha klo besan gw ternyata koruptor, gw akan maluuuuuuu setengah mampus. Hal ini terbukti, seperti dikatakan teman diatas, BENAR, gw dah gugling, tidak terdapat berita mengenai kunjungan beliau ke lapas utk jengguk besanya, silahkan recheck gugling dgn keyword "SBY jenguk Aulia Pohan"...ndak saya temukan berita itu. Klo merasa tidak ada beban bathin mungkin biasa-biasa aja kalo, toh namanya SILATURAHMI, apakah diharamkan menjengguk saudara ke penjara? Kan ndak haram kan.
Selasih 0 0
Pertanyaan Bodoh..setiap orang pasti punya kelemahan..siapapun di muka bumi ini.
Mungkinkah sebelum menentukan besan SBY sewa KPK buat cari tahu tentang calon besannya....hi..hi..hi
klo bisa mungkin Aulia Pohan gak jadi besan SBY
belum tentu Bpknya koruptor nurunin gen koruptor ke anaknya...ngaco nih..
Ndoro Kakung 0 0
OOTW: loh ada yang namanya mirip aku : p
Polos 0 0
Selasih: huahahaha....anda musti lihat insightnya. Saya aja merenung dulu. Dan ternyata ADA BENAR-nya. BTW dah baca komen saya ndak, bener lho....ternyata beliau juga ndak mau kalo rakyat inget jika besannya koruptor. NDAK ADA berita sama sekali...BERSIH....BERARTI...ada sesuatu dong...

Si guawijaya: tuh sepertinya sudah mendalami psikologi hal ini. Atau dia ngaco...ah, ndak tahu saya. Tapi saya sudah buktikeun koq...bener2 bersih.....
Polos 0 0
kalo anaknya masih berbakti "http://www.rujakm…di-prodeo\". Nah berarti ada besan yang tidak berbakti dong, kalo ndak mau jengguk kesana...hihihhihi
bangades 0 0
@ Polos :
ya jelas ga ada hubungannya dong.. kita kan bicara keputusan SBY menikahkan anaknya dengan anaknya Aulia Pohan. Lha wong timeline nya aja udah beda. mereka menikah (dicatet ya..) *sebelum* aulia pohan terbukti bersalah. ga bisa di analisa dalam satu time frame.. ya ga apple to apple tho..

@ Selasih : bener banget bos..

kita boleh aja ga seneng ama orang, tapi mbok ya disampaikan dengan argumen yang bener..
Polos 0 0
bangades: mas, saya ndak mau bela siapa2....Yg namanya KEPUTUSAN itu, apalagi strategis, salah satunya adalah utk meminimalisir resiko dikemudian hari (tolong dicatet juga ya.....) hihihihihi.....

Dan seorang CEO dinilai dari kemampuan meminimalisir resiko tersebut, apapun bentuknya, bagaimanapun ketidakpastiannya. Disitulah kita lihat kepiawaian seorang CEO. Resiko dapat pula di hedging, dalam hal ini mungkin hedgingnya adalah tuntunan agama, bagaimana orang tua mendidik anaknya, dan memberi arahan dalam memilih pasangan hidup.
kareef 0 0
seorang anak tidak bisa dipersalahkan atas kesalahan orangtuanya gan...
Selasih 0 0
Betul Bung kareef..masalah tugas kepresidenan dan masalah keluarga gak bisa di campur adukkan juga. Seorang CEO mungin bisa berhasil memimpin perusahaan nya..tapi belum tentu bisa memimpin keluarganya
bangades 0 0
@ Polos :
sekali lagi mas or mbak, liat time frame nya.. kapan agus-anisa meridnya, kapan aulia pohan mulai disidik dalam kasus korupsi itu..
kuncinya disitu.. kalo anda tidak melihat time frame nya dengan baik, saya yakin ini hanya akan jadi debat kusir..

jacksen 0 0
Yang bisa saya lakukan sekarang adalah mendukung Pak SBY tercinta karena beliau adalah pilihan rakyat secara langsung..saya percaya dengan Pak SBY..lebih baik cari solusinya aja yah...kita kan harus solution oriented bukannya problem oriented =)
jna 0 0
"Pemimpin seperti inikah yang kita cari????"

Pertanyaan penting. Tapi telat. Nanya-nya kemaren pas Pemilu. Kalau sekarang, pertanyaan diubah saja,

"Pemimpin seperti ini kok belum diturunkan?"
muti 0 0
halahhhh...mas polos dantmn2 yg pro posting ini, bole nanya g?? jadi anak2 koruptor dihukum mati az semuanya biar g nikah sama orang2 baik, gitu?? ngaco deh kalian..
anda2 ini klo cinta ma org mang pake nyuruh keluarganya diselidiki dulu??
inget yah, SBY itu bkn nyari besan tapi dapet besan, toh keputusan pasti diserahkan pd anaknya, apa anisa sekarang juga aneh2??g kan..
bwt yg posting, mungkin niat anda g provokasi tapi hasilnya??ad perdebatan panjang diatas..apa keputusan anda memposting ini bisa saya judge salah??
muti 0 0
eh lupa bwt jna diatas, maap ya...jgn melontarkan kata2 yg tid bijak seperti itu, ini forum damai, bukan forum demo
Polos 0 0
bangades: mas, time frame sudah dicatet, ketidak pastian yang forecast juga tolong dicatet dong....BTW, pernah dengar tidak bahwa dari dulu ada rencana pengumuman daftar hitam bankir2 nakal yang akan dikeluarkan BI (itu dijaman pak Aulia Pohan) tapi tidak pernah dikeluarkan, kan pimpinan tertinggi republik kita ini telah makan asam garam kehidupan militer, inteligen dan birokrasi, harusnya beliau lebih hati2 dan cerdas, apalagi dia adalah ICON Bangsa kita saat ini.

Tolong juga lihat hal2 yang bersifat management, terutama BRAND MANAGEMENT, dimana suatu BRAND harus dirawat, mulai dari INTERNAL-nya terlebih dahulu, jika INTERNAL nya ndak diurus dengan bagus, EKSTERNAL-nya "KEMUNGKINAN" BESAR juga bakal sama, bakal banyak kesalahan2 yang terjadi. BOLEH CHECK dibuku2 TEXT BOOK mas....

Saya liat maksud baik dari bung guawijaya: dia ingin memberi masukan kepada kita semua, bahwa keluarga kita harus kita jaga seutuhnya, karena KORUPSI akan membuat STIGMA negatif baik langsung maupun tak langsung kepada KELUARGA2 LAINNYA. PASTI, MALU...dan akhirnya BERUSAHA MENUTUP-NUTUPI (contohnya), kalo ada keluarga saya yg koruptor, saya akan sembunyi2 dateng ke penjara, bahkan akan gw susun protokoler khusus, agar press tidak mencium kepergian saya ke penjara.
muti 0 0
hhihihi,,anda lucu...berarti jalan pikiran anda sama dunk sm SBY klo SBy bner2 gt...niat aja uda gt...
manusiawi dunk hahahah
Polos 0 0
Polos: secara alami seperti itu mbak....pasti akan ada counter inteligent dan strategy khusus, karena merasa malu. Seperti halnya pada jaman maraknya formalin, ada market leader toiletries, yang ternyata produk2 unggulannya memiliki kandungan formalin. MALU mereka....Pagi, Siang, Malam mereka menghubungi media, trus dinas2 terkait, utk menutupi temuan itu. Alhasil berita dapat diredam....
muti 0 0
y trus knapa pake dipersoalkan,
tp pertanyaan saya yg sebelumnya belum ad yg jawab tuh..
Polos 0 0
muti: sebenarnya yg posting ndak salah, cuma kita tidak biasa memandang sesuatu pada rootnya....

Jika kita setuju permasalahan sekarang ada pada permasalahan PENGAMBILAN KEPUTUSAN pada PIMPINAN NASIONAL, mungkin hal ini bisa menjadi acuan, mungkin hal ini bisa menjadi contoh kecil tapi berdampak besar.

Bila, saya menjadi PRESIDEN, maka hal2 yang krusial yang akan menyangkut nama baik saya dan keluarga akan saya jaga. Karena salah satu elemen yg menjadi atribut saya adalah IMAGE. Tapi ndak apa2 koq, kita hargai perbedaan. sepertinya yang posting juga adem ayem aja tuh, tidak mengeluarkan aksi defensif yang membabi buta, lebih bersifat argumentatif theoritis dan spiritual.
muti 0 0
oke...ngga salah, jd sama dunk, SBY jg g tahu waktu memutuskan mengiyakan pernikahan anaknya yg ternyata pada akhirnya besannya adalah koruptor, sama halnya saat pak guawijaya memposting ini tanpa tahu bahwa akhirnya akan menimbulkan perdebatan panjang, bahkan dianggap mengandung provokasi.
image memang hrs dijaga tapi bukan berarti sstu yg penting dikorbankan, rumah tangga anak itu sdh pribadi mas, tidak patut dihubungkan ato dpersalahkan, klo toh ketiban besan yg g beres itu namanya bukan rezeki SBY, bukan kesalahan..
kok kita jd semangat gini yah...heheheh
mang klo pro kontra tu seru...memang segala sstu tu hrs seimbang, ad yg stuju ad yg tidak..
guawijaya 0 0
wow...banyak sing komentar.....

Ada yg PRO ada yg KONTRA....inilah demokrasi, berbagai sudut pandang tercipta, mulai dari yg reaktif, responsif, edukatif dan transformatif. Ndak pa pa....itulah gunanya suatu FORUM diskusi.

Btw, beneran ndak bermaksud apa2, gw sebenarnya mengambil pelajaran dari hal ini. Gw akan mendidik anak gw dalam hal apapun, bahwa jika kita ingin terhindar dari AIB dan segala sesuatu yang NEGATIF maka pakailah PEDOMAN UTAMA dalam kehidupan, bukan Artifisial2 kehidupan. Semoga gw dapat istigqomah dalam hal ini. Amien....

Ayo berantas KORUPSI dan jangan BUAT BLUNDER2 LUCU lainnya...... : ) PEACE
bangades 0 0
guawijaya : demokrasi memang harus melihat dan memperdebatkan segala sesuatu dari sudut pandang yang bermacam-macam dengan tujuan mencari solusi dan pemecahan terbaik dari suatu masalah.. namun substansi
yang diperdebatkan perlulah diperhatikan agar tidak kemudian terkesan menghakimi seseorang atas perbuatan atau tindakan yang tidak ia lakukan atau berada di luar kuasa nya..

sepertinya hal ini perlu disetujui oleh anda sebagai pembuat thread karena kalau tidak saya yakin ini akan menjadi debat kusir yang ga akan ada habisnya..
Ndoro 0 0
bangades: agak tidak sependapat, karena nilai yang saya anut mengatakan seperti itu, keyakinan mas. Ndak bisa ditawar-tawar....hihihihihi.....

Biarlah kita mendapatkan wisdom-nya masing-masing, dengan patokan nilai masing-masing. Mohon maaf lho mas....
EvanBrimop 0 0
itu mah sue aja mas..
salah pilih..
huehuehue
bangades 0 0
Ndoro: yo nda apa2 ndoro kalo emang sudah sperti itu.. emang hak masing-masing kok..

cuma kalo saya, saya ya ndak mau dikatakan ndak becus njagain keluarga kalo anak saya nikah sama anak orang yang ternyata dikemudian terbukti korupsi..
sounde 0 0
Anda yang berbicara AGAMA... apakah anda tidak merasa melebihi TUHAN...?? kalo Agus dan Aulia dari orok dan berjodoh gimana...??? dan yang tau jodoh kita cuma TUHAN... kalo jodoh nya salah, berarti nyalahin TUHAN dong... nah loh...
Terang 0 0
sounde: hihihihi....dalam sebuah pengajian, dikatakan bahwa itu TAKDIR....Dan takdir masuk neraka dan surga pun sudah ditentukan, dan karena kesombongan manusia maka ketika ditetapkan alternatif2 pilihan mereka memilih pilihan yang beresiko.....

Boleh dicheck dan dipelajari kembali proses tanya jawab dan penciptaan takdir kita kelak pada saat kita di lauhmahfudz.
sounde 0 0
Terang: nasib bisa di ubah, tapi TAKDIR, dari janin juga dah tertulis.... yang jelas, jangan melebihi TUHAN, dan selalu merasa lebih benar dari orang lain, siapa tau kita yang harusnya BELAJAR BANYAK dari orang tersebut... : )
guawijaya 0 0
sounde: Terang: : )
sounde 0 0
guawijaya: cape aah.... ngomongin yg laen aja yu... bikin artikel menarik mas, ntar saya siap comment... : p
guawijaya 0 0
bangades: sebenarnya kita tinggal jawab, sekarang kita baru bisa punya pemimpin seperti itu, harus kita syukuri dan kita kritisi setiap gerak langkah beliau, karena kita memiliki beliau, bukankah beliau adalah hasil pilihan kita? Mari kita beri masukan, apapun bentuknya, halus, agak ngak halus, jelas, agak ngak jelas atau ngawur sekalipun pendapat itu.

Sebenarnya tidak ada maksud apa2, karena merasa memiliki, maka kita jaga barang yang kita miliki dengan baik, atau kalo sudah rusak ya kita ganti. Toh kadang2 kita juga salah pilih barang.
guawijaya 0 0
sounde: Oke deh.... : )
guawijaya 0 0
sounde: banyak di blog gw, tapi ya gitu deh, ada yang sa enak udelle dewe ada juga yang rada bener...Hihihihi.....
http://guawijaya.wordpress.com

Silahkan login untuk memberikan pendapat