SBY [Keputusan Yang SALAH dan MAHAL] 84
Senin, 9 Nov '09 12:10
Jakarta, Minggu, 20 Maret 2005
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sumringah, senang tidak kepalang, hati berbunga-bunga karena sang Arjuna kebanggaan keluarga telah menemukan calon yang cocok. putra sulung presiden pilihan rakyat itu, Lettu Infanteri Agus Harymurti Yudhoyono, 27, bertunangan dengan pujaan hatinya. Wanita beruntung yang bakal disunting perwira muda itu adalah Annisa Pohan, 24, salah satu presenter olahraga di salah satu televisi swasta.
Acara pertunangan tersebut diadakan di rumah orang tua Annisa Pohan, yang tak lain adalah Aulia Pohan, di Jl Senopati, Jakarta Selatan. Aulia Pohan adalah salah satu deputi gubernur Bank Indonesia. Annisa yang punya nama lengkap Annisa Larasati Pohan itu adalah putri kedua Aulia Pohan.
Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2008
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bermuram durga, sedih tiada kepalang, hati remuk berkeping-keping karena sang Arjuna kebanggan keluarga memperistri anak seorang tersangka KORUPSI.
Implikasi Politik
Apakah ini menunjukkan kelemahan Presiden dalam pengambilan keputusan, bagaimanakah kebijakan-kebijakan yang telah diputus untuk negara ini, apakah sudah benar atau belum...untuk keluarganya sendiri saja bisa seperti itu...
Pemimpin seperti inikah yang kita cari????
Tag: buaya, cicak, sby, korupsi, koruptor, Keputusan, Kasus, Aulia Pohan, Annisa Pohan, Dilema, cecak, cicak vs buaya
Terkait:
-
Hukuman JITU utk KORUPTOR
Senin, 9 Nov '09 13:53 -
Generasi Garuda dan Evan Brimob
Selasa, 10 Nov '09 10:53 -
Demokrasi Belum Membawa Kesejahteraan Rakyat
Jumat, 12 Feb '10 20:46
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Ndoro: Penting
-
sounde: Biasa
-
Terang: Penting
-
taofik muhammad: Penting
-
Andri H: Bagus
-
the_wise:
-
Dimas Wibisono:
-
oh_yeah:
-
burukutuk: Biasa
-
RWH: Terbaru
-
dodhy:
-
suporter: Responsif
-
Rum'z:
-
ndr: Penting
-
choy: Terbaru
-
Herman Saksono: Penting
-
maggots: Biasa
-
de'killa:
-
maulana riska:
-
bangades:
-
alibabaix:
-
Polos: Penting
-
Selasih:
-
jna: Penting
-
muti:
-
izzy:

Hermawan Sulistyo, Pengamat Politik

Komentar:
tapi yang ini ngga relevan gan, anak seorang tersangka korupsi, seorang anak ga bisa disalahin atas perbuatan orangtuanya.
apalagi mertua dari anak seorang tersangka korupsi.
kita ga sepicik ini kan?
Karena dalam menentukan besan, peran orang tua, masih sangat besar. Apalagi merekrut calon keluarga, yang notabene akan menjadi keluarga besar Presiden. Relevansinya adalah ketika mengambil keputusan....banyak hal yang harus dipertimbangkan matang-matang, apalagi ya itu dia adalah icon negeri ini.
Kalo picik, adalah ketika kita ujug-ujug menjudge....disini yang ada adalah pertanyaan.
Contoh yang picik adalah yang menjudge....seperti,'MUNGKIN' pertanyaan: "kita ga sepicik ini kan?"
Hihihihihi.....
gk fair lah urusan rumah tangga di kaitkan dengan negara...
dan anda mungkin tahu kejam nya politik...??
bisa jadi Aulia Pohan juga di jebak, karena ngincer SBY supaya tidak terpilih untuk pemilu berikutnya... jangan terlalu men jugde lah...
Ndoro: emang kita selalu pengen the best dalam segala hal, perfect!! tapi kenyataan nya, kita bisa mendapatkan hal terburuk yang tidak di sangka2... who's the one to blame...??
Toh, SBY meminta besannya itu tetep dihukum sesuai hukum yang berlaku....
Yang lebih penting dibahas lebih banyak boss...
Yang lebih bersalah, yang pantas dihukum lebih se-abrek...
Mulai dari diri kita ajalah... Gak usah ngungkit2 kesalahan orang lain, seolah kita ini makhluk suci yang gak pernah bersalah...
Toh kita juga pernah korupsi kan?? Karena mungkin kita gak ada uang yang bisa dikorupsi, akhirnya korupsi waktu.. Berangkat telat, istirahat lebih lama, atau pulang dipercepat... ^_^
Bukan begitu saudara2 sekalian...
regards,
Memang terkesan nyinyir atau maksa....tapi sebenarnya ya juga gitu lho....
Lha wong, yang bersangkutan mengakui malu dan merasa salah pilih, kenapa gw katakan demikian, gw dapat info bahwa semua pemberitaan yang mau memuat kunjungan orang No. 1 ini ke penjara dalam rangka menengok besan, di halang-halangi....Lha kalo merasa hukum sudah ditegakkan kenapa pula malu berkunjung ke penjara utk menengok besan sendiri??? Yahhhh...demi JAIM mungkin....
Benar seperti kata Terang: kealpaan dapal pengelolaan brand tersebut menyebatkan manipulasi terhadap "SUATU" kegiatan agar publik lupa.
g perlu diributin... katanya g mau keminter kok malah komennya gitu2...
Tapi satu tujuan yang pasti bahwa KORUPTOR harus DILENYAPKAN.
o,ya setau saya tuh besan SBY bukan terlibat korupsi, tapi penyalahan wewenang yang menyebabkan kerugian negara. CMIIW
Manusia ngga sempurna, setinggi-tingginya pemimpin, sepintar-pintarnya orang, setinggi-tingginya pendidikan orang, pasti ada kelemahan dan kesalahannya. Yang penting ngga lupa sama pencipta...dan memperbaiki yang ada...
kok jadi aneh ya pembicaraannya...
ngomong KPK jadi ngomong ampe besan2nya... malah kata gw salut si BEYE ini bisa membiarkan besannya di ADILI...
coba fokus pembicaraannya ke KPK vs POLRI dan "root" problemnya jangan ampe kemana-mana... ntar malah g selese2...
bener bgt tuh...
gak ada hub'a antara sby ma besannya...
mang SBY tuh tuhan?bisa memprediksi hati orang ke depan??
kasus ini menurut gw gak bisa mempersalahkan/mempertanyakan apakah keputusan sby benar?
benar bahwa kalo mau menikahi seseorang harus liat latar belakang keluarga juga, tapi yang paling penting kan yang dinikahinya bukan orangtuanya, latar belakang keluarga cukup jadi bahan pertimbangan saja.
setuju ama bang oh_yeah, justru dari kejadian ini saya salut sama SBY yang membiarkan besannya diadili..
ini situs "cicak" kan??
mau siapapun jadi presiden pasti juga akan seperti ini.
gmna mo kelar masalah negara ini, klo orang yg berniat memperbaiki negara ini dikit2 disalahkan..
saya yakin siapapun presiden yg terpilih, beliau pasti berniat memperbaiki negara ini, cmn cara mereka masing2 berbeda.
yg dibutuhkan pemerintah adalah dukungan dan kerja sama dri rakyat.. jgn cuman bisa mengkritik dan menyalahkan tp tidak melakukan apapun untuk membantu negara kita ^^
btw, saya endak nyoblos sby lo.. ^_^
Saya rasa, Ga logis dan keknya ga punya etika tulisan anda diatas(dan artikel2 yg lain)... Saya orang putih (bukan pendukung manapun)
tp sy sedikit tau jasa2 beliau, dan saya sangat menghargainya. Coba anda renungkan tulisan anda diatas tadi??? Emang salah beliau apa?? itu kan diluar keinginan beliau.... Kok bisa anda bilang kek gt???
ckckckck....
@Netters dan kaskuser tolong ditela'ah... kita bukan orang bodoh yang mudah diprofokasi dan dimanfaatin buat tujuan ttn,
KPK "yesss...." Provokatif "No...."
Orang berpikir "LUAS" doong... coba kalo yg dulu² yg ada di sembunyiin, semua di bungkam....
Apalagi masih relasi Keluarga pasti gak lama udah menghirup udara bebas.....
'Think Smart Not Harder'
Kenapa kalian ngeributin anak nya sih..??
nih website bukan buat caci maki orang kan...??
apalagi presiden...
Lu ngerasa bersalah ga udah ngatain presiden sendiri...
bukan cuma karena presidennya SBY..
kalian ngatain presiden sendiri di mata dunia..
ya ampuuuuuun...
kalian tuh sama ga bermoral nya sama koruptop kalo kalian ngangkat AIB orang lain..apalagi masalah gini..
apa sangkut pautnya anak seorang koruptor..
sama2 makan nasi gan..
cuma salah orang tuannya terlibat korupsi..
bukan salah anaknya nyuruh2 bapaknnya korupsi..
ada2 aja Lu pade gan...
tolong jgn manfaatkan website ini untuk memperkeruh keadaan...smoga website ini bisa menjadi alat bantu pemberantasan korupsi..
damai yuk gan..jgn ribut2... ^^
burukutuk: sepertinya insightnya adalah klo kita nanti sampai pada jenjang yg tinggi, sebaiknya kita melihat segala sesuatunya pada ATURAN-NYA, Insya Allah terhindar dari AIB dsb-nya, itu JANJI-NYA.
muti: Saya tidak memprovokasi, tapi mencoba menelaah dari suatu yang kecil2, yang mungkin kita lupakan sebagai hamba-NYA. Ketika kita mencari jodoh, maka ADA JUGA LHO ATURANNYA....Dan ini adalah salah satu faktor pengambilan keputusan STRATEGIC...
bezt: Mas, dapat dilihat ngak, ada keragu-raguan atas penyelesaian kasus CICAK vs BUAYA. Kenapa pula ada TIM 8, kenapa pula tidak digunakan HAK PREROGATIF beliau.....Semua itu adalah POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN, yang ternyata sering salah dan lambat, Contoh mantu adalah salah satu aja mas, yang kita sama-sama tahu dan lihat.
kan ni situs untuk kita yang membenci para koruptor dan mencintai KPK..
kok jadi terlihat seperti kampanye hitam politik??
secara ga langsung mau menjatuhkan nama baik SBY..
yg kita bahas kan skrg soal masalah yg skrg sedang berlangsung,bukan ngebahas soal sby..
Dan satu lagi masih banyak rekan2 yang faham apa yang dihadapi sekarang ini adalah lemahnya POLA PENGAMBILAN KEPUTUSAN dari PEMIMPIN kita.
Tambahan, apa yang ditulis diatas, bukan BLACK CAMPAIGN....tapi FAKTA yang terjadi dan karena kita sudah jauh dari AGAMA, maka kita hanya memakluminya dan menganggap ngak ada hubungannya urusan percintaan anak dengan orang tua.
tp secara tidak langsung artikel ini sudah membahas,masalah rumah tangga seseorang..
contoh: jika ayah anda seorang perampok,apakah salah istri anda menikahi anda karna cinta??tp karena ayah anda seorang perampok,istri anda tidak jadi menikahi anda..
tidak kan??
jodoh itu sudah digariskan dan ditakdirkan toh mas sama ALLAH SWT..
marilah kita sama2 membahas smua ini menjadi sebuah solusi,tetapi jangan tambah menjatuhkan karena kejelekan seseorang..
mohon maaf klo kata2 saya menyinggung,,thx
HIDUP CICAK.
dan juga saya rasa artikel ini "sangat " bernada "provokatif"
"Pemimpin seperti inikah yang kita cari???? " bisa kita lihat dari kalimat terakhir dari artikel tersebut
no offense
Itikad dari tulisan ini, utk mengingatkan pemimpin kita, bahwa segala aktivitas keputusan yang dibuat baik dari lingkup keluarga ataupun keputusan2 lainnya akan berdampak terhadap gerak langkah beliau.
Beda jadinya jika tidak ada beban menggelayut dipundak, sehingga apapun yang dilakukan bisa cepat, cergas, cerdas dan efisien. Ayo, berantas KORUPSI. Mulai dari diri kita dan keluarga kita. Ingatkan suami, istri, bapak, emak, anak dan saudara2 kita utk TIDAK KORUPSI. Karena stigma itu mau tidak mau akan menular kekeluarga.
Ngak ada Hubungan....Ndak JUGA, pasti ada, lha klo besan gw ternyata koruptor, gw akan maluuuuuuu setengah mampus. Hal ini terbukti, seperti dikatakan teman diatas, BENAR, gw dah gugling, tidak terdapat berita mengenai kunjungan beliau ke lapas utk jengguk besanya, silahkan recheck gugling dgn keyword "SBY jenguk Aulia Pohan"...ndak saya temukan berita itu. Klo merasa tidak ada beban bathin mungkin biasa-biasa aja kalo, toh namanya SILATURAHMI, apakah diharamkan menjengguk saudara ke penjara? Kan ndak haram kan.
Mungkinkah sebelum menentukan besan SBY sewa KPK buat cari tahu tentang calon besannya....hi..hi..hi
klo bisa mungkin Aulia Pohan gak jadi besan SBY
belum tentu Bpknya koruptor nurunin gen koruptor ke anaknya...ngaco nih..
Si guawijaya: tuh sepertinya sudah mendalami psikologi hal ini. Atau dia ngaco...ah, ndak tahu saya. Tapi saya sudah buktikeun koq...bener2 bersih.....
ya jelas ga ada hubungannya dong.. kita kan bicara keputusan SBY menikahkan anaknya dengan anaknya Aulia Pohan. Lha wong timeline nya aja udah beda. mereka menikah (dicatet ya..) *sebelum* aulia pohan terbukti bersalah. ga bisa di analisa dalam satu time frame.. ya ga apple to apple tho..
@ Selasih : bener banget bos..
kita boleh aja ga seneng ama orang, tapi mbok ya disampaikan dengan argumen yang bener..
Dan seorang CEO dinilai dari kemampuan meminimalisir resiko tersebut, apapun bentuknya, bagaimanapun ketidakpastiannya. Disitulah kita lihat kepiawaian seorang CEO. Resiko dapat pula di hedging, dalam hal ini mungkin hedgingnya adalah tuntunan agama, bagaimana orang tua mendidik anaknya, dan memberi arahan dalam memilih pasangan hidup.
sekali lagi mas or mbak, liat time frame nya.. kapan agus-anisa meridnya, kapan aulia pohan mulai disidik dalam kasus korupsi itu..
kuncinya disitu.. kalo anda tidak melihat time frame nya dengan baik, saya yakin ini hanya akan jadi debat kusir..
Pertanyaan penting. Tapi telat. Nanya-nya kemaren pas Pemilu. Kalau sekarang, pertanyaan diubah saja,
"Pemimpin seperti ini kok belum diturunkan?"
anda2 ini klo cinta ma org mang pake nyuruh keluarganya diselidiki dulu??
inget yah, SBY itu bkn nyari besan tapi dapet besan, toh keputusan pasti diserahkan pd anaknya, apa anisa sekarang juga aneh2??g kan..
bwt yg posting, mungkin niat anda g provokasi tapi hasilnya??ad perdebatan panjang diatas..apa keputusan anda memposting ini bisa saya judge salah??
Tolong juga lihat hal2 yang bersifat management, terutama BRAND MANAGEMENT, dimana suatu BRAND harus dirawat, mulai dari INTERNAL-nya terlebih dahulu, jika INTERNAL nya ndak diurus dengan bagus, EKSTERNAL-nya "KEMUNGKINAN" BESAR juga bakal sama, bakal banyak kesalahan2 yang terjadi. BOLEH CHECK dibuku2 TEXT BOOK mas....
Saya liat maksud baik dari bung guawijaya: dia ingin memberi masukan kepada kita semua, bahwa keluarga kita harus kita jaga seutuhnya, karena KORUPSI akan membuat STIGMA negatif baik langsung maupun tak langsung kepada KELUARGA2 LAINNYA. PASTI, MALU...dan akhirnya BERUSAHA MENUTUP-NUTUPI (contohnya), kalo ada keluarga saya yg koruptor, saya akan sembunyi2 dateng ke penjara, bahkan akan gw susun protokoler khusus, agar press tidak mencium kepergian saya ke penjara.
manusiawi dunk hahahah
tp pertanyaan saya yg sebelumnya belum ad yg jawab tuh..
Jika kita setuju permasalahan sekarang ada pada permasalahan PENGAMBILAN KEPUTUSAN pada PIMPINAN NASIONAL, mungkin hal ini bisa menjadi acuan, mungkin hal ini bisa menjadi contoh kecil tapi berdampak besar.
Bila, saya menjadi PRESIDEN, maka hal2 yang krusial yang akan menyangkut nama baik saya dan keluarga akan saya jaga. Karena salah satu elemen yg menjadi atribut saya adalah IMAGE. Tapi ndak apa2 koq, kita hargai perbedaan. sepertinya yang posting juga adem ayem aja tuh, tidak mengeluarkan aksi defensif yang membabi buta, lebih bersifat argumentatif theoritis dan spiritual.
image memang hrs dijaga tapi bukan berarti sstu yg penting dikorbankan, rumah tangga anak itu sdh pribadi mas, tidak patut dihubungkan ato dpersalahkan, klo toh ketiban besan yg g beres itu namanya bukan rezeki SBY, bukan kesalahan..
kok kita jd semangat gini yah...heheheh
mang klo pro kontra tu seru...memang segala sstu tu hrs seimbang, ad yg stuju ad yg tidak..
Ada yg PRO ada yg KONTRA....inilah demokrasi, berbagai sudut pandang tercipta, mulai dari yg reaktif, responsif, edukatif dan transformatif. Ndak pa pa....itulah gunanya suatu FORUM diskusi.
Btw, beneran ndak bermaksud apa2, gw sebenarnya mengambil pelajaran dari hal ini. Gw akan mendidik anak gw dalam hal apapun, bahwa jika kita ingin terhindar dari AIB dan segala sesuatu yang NEGATIF maka pakailah PEDOMAN UTAMA dalam kehidupan, bukan Artifisial2 kehidupan. Semoga gw dapat istigqomah dalam hal ini. Amien....
Ayo berantas KORUPSI dan jangan BUAT BLUNDER2 LUCU lainnya......
yang diperdebatkan perlulah diperhatikan agar tidak kemudian terkesan menghakimi seseorang atas perbuatan atau tindakan yang tidak ia lakukan atau berada di luar kuasa nya..
sepertinya hal ini perlu disetujui oleh anda sebagai pembuat thread karena kalau tidak saya yakin ini akan menjadi debat kusir yang ga akan ada habisnya..
Biarlah kita mendapatkan wisdom-nya masing-masing, dengan patokan nilai masing-masing. Mohon maaf lho mas....
salah pilih..
huehuehue
cuma kalo saya, saya ya ndak mau dikatakan ndak becus njagain keluarga kalo anak saya nikah sama anak orang yang ternyata dikemudian terbukti korupsi..
Boleh dicheck dan dipelajari kembali proses tanya jawab dan penciptaan takdir kita kelak pada saat kita di lauhmahfudz.
Sebenarnya tidak ada maksud apa2, karena merasa memiliki, maka kita jaga barang yang kita miliki dengan baik, atau kalo sudah rusak ya kita ganti. Toh kadang2 kita juga salah pilih barang.
http://guawijaya.wordpress.com
Silahkan login untuk memberikan pendapat