Mega Sinetron: Ketika Cicak Bersaksi 18

Senin, 16 Nov '09 09:36

Beberapa minggu terakhir rakyat Indonesia disuguhi sinetron "kejar tayang" bertajuk KETIKA CICAK BERSAKSI. Melalui jalan cerita yang berliku, disertai karakter tokoh yang kian menggemaskan, kesadaran hukum penonton dibuat terombang-ambing oleh saling bantah kesaksian ataupun barang bukti terkait rekaman pembicaraan Anggodo Widjojo dengan para penegak hukum yang diperdengarkan di persidangan Mahkamah Konstitusi.

Berbagai testimoni, pembelaan, bahkan tudingan berseliweran dalam sinetron yang didukung oleh Bank Century ini. Sang sutradara begitu cerdas mengoyak emosi penonton. Di sana ada tokoh protagonis dan antagonis, konspirasi, perselingkuhan, drama, dan air mata. Sinetron ini juga memiliki ending yang selalu terbuka dan penuh kejutan.

Baru saja publik dikejutkan dengan terkuaknya rekaman percakapan Anggodo yang diduga "mengatur" proses hukum, publik diberikan kejutan berikutnya: polisi membeberkan dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK. Publik ternganga lagi saat Ary Muladi membantah keterangan polisi bahwa dirinya pernah bertemu dan memberikan uang suap kepada Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

Tak berselang lama, kita dikejutkan kesaksian Wiliardi Wizar yang mengatakan bahwa keterangannya dalam berita acara pemeriksaan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dikondisikan polisi agar bisa menjerat Antasari Azhar.

Semua bagian kisah ini ditayangkan televisi setiap hari. Tidak hanya itu, kasus ini juga dikupas habis atau dibantah habis dalam "talk show" yang menghadirkan semua pihak terkait, mulai polisi, KPK, jaksa, tersangka, pengamat, anggota DPR, hingga makelar kasus. Adegan saling bantah terkait kasus ini begitu serunya sampai-sampai seorang pengacara kondang dan seorang anggota DPR nyaris baku jotos. Yah mirip film-film produk India jadul gitulah.

Dan, di dunia pertelevisian Indonesia, drama memang identik dengan air mata. Karena itu, jangan heran jika televisi mengekspose habis gambar Susno Duadji yang bersumpah tidak menerima suap dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Sinetron ini menunjukkan betapa merosotnya citra penegakan hukum di setiap tataran institusi penegak hukum, baik di tingkatan aparat maupun institusi penegak hukum. Di samping itu, sinetron ini juga menunjukkan kuatnya pengaruh uang dan makelar kasus (markus) dalam penyelesaian masalah hukum di negeri lahan basah koruptor ini.

Cerita tak berhenti di situ, penonton juga menyaksikan Presiden SBY seolah-olah menjaga jarak dengan kasus CICAK vs BUAYA ini, padahal kasus dua pemimpin KPK nonaktif, Bibit dan Chandra, dianggap banyak pihak sarat nuansa rekayasa dan diduga ada tangan penegak hukum "bermain-main" di sana.

 

Sentra Informasi dan Data untuk Anti Korupsi (SIDAK)
Centre of Information and Data for Anti Corruption (CIDAC)
Situs Web: http://www.infokorupsi.com
Email: info@infokorupsi.com

Alamat Kantor:
Jl. Gambiran No. 85 A, Yogyakarta, 55161, INDONESIA
Telepon: (62 274) 414 233, Fax: (62 274) 379250

 


Tag: Sidak, Infokorupsi, Cicak Yogya, Tasyriq Hifzhillah

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

cahPamulang 0 0
hehe si arham emang kreatif, tapi produsernya siapa tuh kok nggak disebutin? : )
lukito 0 0
http://faktakrimi…rdpress.com/
cahPamulang 0 0
lukito:
Link nya menarik, postingannya masih gress.
Siapa Rina Dewreight?
http://faktakrimi…libatan-sby/
Cicak Politikana 0 0
mantap
mailkrenz IPO Kaskus 0 0
gagal pertamax,. :hammer:

nice pic,.
Loucios 0 0
like this..
Sunar 0 0
launchingnya kapan?
sikerenus 0 0
seep pak....
fajaar 0 0
pasti ratingnya paling tinggi dah..
YIN 0 0
cocok...
armand 0 0
wahhh tak di sangka ini sebuah sinetron pagi siang malam,,rekor deh,, semua chanel tv masang,, rating tertinggi sepanjang sejarah
ardacool 0 0
Mantab gan! :thumbs:
elmoudy 0 0
haha.... kirain mo tayang abis sinetron Safa Marwah...
kreatip beneeer
acha 0 0
akhir ceritanya gimana ya? apa ada happy ending or sad ending
nurbiantoro 0 0
Peradilan bukan tempat main-main yang bisa dipermainkan oleh Penegak Hukum yang juga manusia shg tak luput dari salah, dan bisa serakah sampai fitnah.
Mungkin kita baru tahu rasanya bila ada saudara/ayah/ibu kita ditangkap Penegak Hukum tanpa alasan jelas!
AKAN JADI PRESEDEN BURUK BAGI PENEGAKAN HUKUM, BAHWA PENEGAKAN HUKUM LEBIH TERPENGARUH REKAYASA MARKUS DARIPADA KEADILAN.
MAU PILIH KEBENARAN REKAYASA MARKUS ATAU KEBENARAN KARENA KEADILAN?
herma 0 0
koment yg keren...
rockitty 0 0
5 thumbs up... ha-ha.... thx for the laugh ... : ) U ROCK dude... \m/ POLITICTAINMENT.... the new reality show.... : p

sambil nongton musti sering2 doa : "Ya Alloh penggenggam jiwaku!!, Kumohon letakkan Dunia di tanganku, dan Jangan Letakkan Dunia di Hatiku...."

Tasyriq Hifzhillah 0 0
Kemana & kepada siapa lagi keadilan harus kita tambatkan, jika para penegak hukum, dlm kasus Bibit-Chandra, selalu & berulang2 mengatakan; bahwa menghentikan perkara (yg tidak cukup bukti) itu melanggar hukum.

Lantas, apakah meneruskan perkara (yg tidak cukup bukti) bukan melanggar hukum?

Ga usah sok2an jaga citra institusi-lah Pak, toh kalian digaji dg uang rakyat. Quo vadis rekomendasi Tim 8?

Silahkan login untuk memberikan pendapat