Skandal Terburuk Penegakan Keadilan di Dunia? 3
Senin, 16 Nov '09 10:28
Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah-Bibit Samad Rianto yang sudah menembus lebih dari satu juta pendukung dalam waktu yang relatif pendek, serta persepsi negatif terhadap presiden yang menurut LSI sudah melonjak menjadi 64%, ternyata belumlah berarti-apa apa bagi pemerintah.
Padahal indikator lain seperti temuan dari hasil studi International Data Corporation (IDC) mengenai Global Sofware Piracy Study 2008, yang menempatkan Indonesia dalam peringkat 12 dari 110 negara yang distudi, dengan angka pembajakan peranti lunak Indonesia yang mencapai 85%, juga hanyalah sebuah peristiwa 'biasa' saja.
Padahal ketiga berita diatas, seharusnya sudah menjadi parameter yang tidak boleh diabaikan oleh para penegak hukum.
Kini, terkesan hukum tidak menjadi panglima di negeri ini yang konon katanya selalu membanggakan bahwa negara ini adalah negara hukum.
Belum lagi sorotan terhadap Polri, Kejaksaan dan Komisi III mereda, kini malah bergulir rencana pembatasan siaran langsung televisi atas sidang di pengadilan, yang oleh sebagian besar pengamat dan praktisi hukum rencana itu dinilai sebagai suatu kemunduran.
Kebangkrutan hukum sudah nampak di depan mata. Aroma kebusukan dugaan rekayasa pelemahan upaya pemberantasan korupsi sudah tercium sejak awal. Media massa nasional hampir 2 minggu lebih menampilkan berita ini terus menerus di halaman muka. Sementara media internasional pun, tak kalah heran dengan sorotan tajam memberi sinyal dan peringatan !
Aksi demonstrasi atau unjuk rasa berkait dengan isu nasional ini sudah kian menguat dimana-mana. Di Ambon, Bandung, Banjarmasin, Batam, Bekasi, Bogor, Cilegon, Cirebon, Denpasar, Jakarta, Jambi, Jember, Kediri, Kendari, Klaten, Kudus, Lampung, Makassar, Manado, Magelang, Malang, Madiun, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Purwokerto, Samarinda, Semarang, Sidoarjo, Solo, Sukabumi, Surabaya, Surabaya, Tasikmalaya, dan Yogyakarta.
Polisi Sukabumi tanggal 5 November 2009 memberlakukan Siaga I. Sementara aksi demontrasi di Solo dan Yogyakarta, sudah menuntut Presiden SBY mundur. Di Makasar dan di Jakarta, demo berkait dukungan terhadap KPK terus berlangsung.
Pebisnis bingung. Investor merasa was-was.
Meski anak saya kini masih berusia kelas 2 SD, saya khawatir bila suatu saat kelak dia mempelajari sejarah negeri ini dan bertanya kepada saya, saya tidak mampu memberikan penjelasan yang jelas, lengkap dan dapat diterima akal sehat, saat kelak ia bertanya :
"Yah, makelar-kasus tahun 2009 dan dugaan rekayasa pelemahan KPK, sepertinya skandal terburuk penegakan hukum dan keadilan di dunia ya... Menurut ayah gimana ?"
Agung MSG
www.IndonesiaAman.com
Tag: kpk, korupsi, koruptor, Polri, keadilan, komisi III, pembajakan, penegakan hukum, kejaksaan
Terkait:
-
Demokrasi Belum Membawa Kesejahteraan Rakyat
Jumat, 12 Feb '10 20:46 -
Menanti Demo Petisi 28
Senin, 25 Jan '10 14:45 -
Kritik itu Membangun Untuk Perubahan
Rabu, 16 Des '09 11:11
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yusro: Penting
-
cahPamulang: Penting
-
ndr: Penting
Hermawan Sulistyo, Pengamat Politik

Komentar:
------------------------------------------- --
Bisa jadi sekandal terhebat, namun juga bisa menjadi gebrakan terhebat bagi penegakan hukum di Indonssia.
Maka hari Senin besok adalah sangat menentukan sikap dari Presiden menanggapi rekomendasi Tim 8.
Saya selaku anak negeri, tentunya mengharapkan ada gebrakan yang powerfull dari Presiden, bukan Power Fool.
Selama dunia belum kiamat (2012) anak negeri masih berharap,
ps : eh jadi nggak kiamat di 2012 gan
Silahkan login untuk memberikan pendapat