Pembangunan Sekolah Kurang Maksimal, Di Mana Kesalahannya? 9

Rabu, 18 Nov '09 15:21

"Rumah yang roboh ga banyak, tapi sekolah-sekolah SD dan masjid di lokasi itu pada roboh"

Itu jawaban yang selalu saya katakan kepada teman-teman yang menanyakan situasi dan kondisi akibat gempa Sumatera Barat, 30 September 2009 lalu. Kebetulan saya ke sana untuk menjadi relawan.

Sejenak saya tertegun mengingat jawaban saya sendiri. Kenapa tiap terjadi bencana gempa, banyak fasilitas umum yang rusak atau roboh? Bahkan bangunannya kalah kuat dibandingkan rumah penduduk di sekitarnya. Bukannya yang semestinya terjadi adalah sebaliknya? Apakah ada kecurangan dalam proses pembangunannya?

Ironis rasanya bila melihat anak-anak SD yang begitu semangatnya bersekolah meski di tenda darurat. Bila pendidikan dasar adalah salah satu tanggung jawab pemerintah, termasuk di dalamnya penyediaan fasilitasnya, lalu apakah pelayanannya kurang maksimal seperti itu? Di manakah letak kecurangannya, pada pelayan publik atau pemborongnya? Kejam sekali bila fasilitas untuk mencerdaskan bangsa pun harus dikorup. Ah, semoga tidak.

 


Tag: pemerintah, curang, sekolah, pembangunan, korup, kurang maksimal, pelayanan publik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

eeyore 0 0
Sekedar sharing, saya bekerja pada sebuah konsultan pendidikan dibidang konstruksi. Kami memantau perkembangan pembangunan sekolah-sekolah di Indonesia. Dari beberapa pengalaman, seringkali dana bantuan yang diberikan disalah gunakan oleh pihak komite sekolah dengan bekerjasama pemborong. Mereka berpendapat, bahwa mereka harus mendapatkan untung dari pembangunan tersebut. Miris memang. Tapi kami tidak hanya duduk diam. Kami adalah orang-orang yang peduli terhadap kasus korupsi. Maka jika ada hal kecurangan seperti ini pasti akan segera kami usut.
Semoga kejadian di SumBar dan beberapa kota yang rusak karena gempa bisa dijadikan pelajaran.
dms 0 0
Saya terkadang suka bingung sendiri, kenapa sebabnya!
di Indonesia itu yang selalu di ributkan yaitu tentang pembangunan fisik saja, sedangkan pembangunan mental dan intelektual bangsa menjadi nomer ke berapa dan terkadang juga terlalu banyak di politisasi oleh orang-orang yang berkepentingan, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia sangatlah kurang. walaupun tidak di pungkiri banyak siswa kita yg menjadi juara olimpiade internasional, tapi itu kan bisa di hitung dengan jari dan sebagian besarnya siswa di Indonesia sangat kurang sekali dalam hal minat belajar dan berprestasi. dan lagi mereka lebih banyak di sibukkan oleh hal-hal yang berbau hedonisme yang sifatnya sesaat dan merusak mental generasi muda. oleh karena itu mari kita pikirkan bagaimana untuk meningkatkan mental generasi muda untuk menjadi generasi yang unggul, cerdas dan berprestasi di dunia internasional.
leonisecret 0 0
terimakasih sharingnya Eeyore..^__^ itu jg yg dipikirkan masyarakat mungkin..
Dms: iya, padahal pembangunan mental dan kecerdasan bangsa tuh dasar dari pembangunan bangsa ya..
terimakasih
Adegawa81 0 0
Memang moralitas bangsa ini sudah merosot jauh...demi pribadi banyak mengorbankan kepentingan umum.
Setahu saya...jika pemborong ingin mendapatkan proyek suatu sekolah maka mereka harus melobi pihak departemen...
Maka...apabila terjadi kolusi, yg harus di korbankan adalah mutu dari bangunan tsb, krn kedua belah pihak harus mendapatkan laba.
Apakah mereka tidak berpikir apabila suatu saat nanti anak2 mereka bersekolah di tempat yg mereka bangun dan tiba2 atap sekolah runtuh akibat mutunya jelek.
elmoudy 0 0
trasa beraat melihat situasi kayak gitu...
kenapa yg banyak jadi korban malah anak2 ...\
padahal kan mereka gak punya dosa
sudah selayaknya pemerintah lebih fokus pada yg ini dulu

Mgr_Mining 0 0
Kontrol dan System kerja ga jelas dan tidak profesional....masa badan pemerintahan kalah dengan Perusahaan Swasta yang Lebih Profesional dalam System dan Kontrol. (Mengurusi 1 sekolah saja ga becusss apa lagi mengurusi masyarakat dlm semua aspek).
tigabelas 0 0
smuanya itu bermula dari niat, kalo niatnya untuk mensejahterakan rakyat, pasti bagus hasilnya, tapi kalo niatnya dah cari duid, ya negara dan rakyat jadi nomor sekian lah.

leonisecret 0 0
Elmoudy, Mgr_Mining, tigabelas : iyaa..miris dan bikin sedih ya.. thank u
Nisa Afiatny 0 0
Hal ini karena jika ada bantuan dana untuk satu sekolah ada beberapa potongan yang haurs diserahkan:
pertama dari pem pusat lalu ke pem daerah lalu di potong lagi oleh dinas pendidikan daerah lalu oleh komite ke pemborong dan terkadang kepala sekolah jika tidak memberikan potongan2 yang diminta justru karirnya dia (kepala sekolah itu) yang akan dikebiri di daerah tersebut.

Masuk akal kan, kenapa bangunan sekolah sering banget rusaknya? ya karena bobot kualitas material bangunannya yang diturunkan.

Masih menyedihkan negara kita : (

Silahkan login untuk memberikan pendapat