Reformasi Kepolisian, Menunggu Tekanan Publik 0

Jumat, 20 Nov '09 05:10

Minggu lalu sepupu saya yang sedang kelas tiga SMA menghubungi. Dia bilang lelah dengan persiapan ujian yang memang sangat padat. Saya coba menghiburnya. Soal itu, saya tidak yakin apakah berhasil melakukannya atau tidak. Namun ada satu hal lagi yang sesungguhnya membebani pikiran saya. Selain soal ujian dia juga bilang akan tes jadi polisi lagi. "Mama (bibi saya) sudah persiapkan uang," katanya. Suaranya datar. Seperti ada beban dalam pikirannya. "Gimana?" tanyanya, juga dengan nada suara yang datar. Bahkan lebih datar daripada sebelumnya. 

"Adek, kenapa masih mau jadi polisi?" saya balik bertanya. Dia diam sejenak. mencoba mencari jawaban yang dianggapnya paling mengena.

"Gajinya," jawab sepupu saya. Giliran saya yang kini terdiam dalam deras pikiran saya sendiri.

Masyarakat sudah paham bagaimana pola rekrutmen polisi yang harus menggunakan uang pelicin, dan entah apa lagi namanya. Tapi toh gak ada tanggapan berarti dari masyarakat. Seolah semua orang mengamini.

Saya katakan padanya, "lebih baik kuliah dulu. Kalau jadi polisi, kamu pegang pistol, bisa bunuh orang, itu gak hebat. tapi kalau jadi mahasiswa, kamu pegang buku, itu justru bisa menghidupkan orang," kata saya. meskipun saya sendiri tidak lagi melanjutkan kuliah karena kampus juga semakin "asem"

Dalam hati kecil saya, sepupu saya mau pilih kuliah atau jadi polisi gak jadi soal. Yang jadi masalah adalah ketika ia tidak meonton video ini. hehe

Dari tadi cerita ini hanya ingin bilang terminologi cicak dan buaya harus dirawat untuk menyusun kesadaran publik tentang pentingnya reformasi kepolisian dan amputasi korupsi. Cicak dan buaya harus menjadi traumatik. Dengan begitulah tekanan publik bisa lahir. 

Reformasi kepolisian tidak akan pernah berjalan tanpa partisipasi publik. itulah yang kita pahami terjadi di LA dan belahan dunia lain di luar sana. 

Jika nanti sepupu saya benar-benar memilih untuk jadi polisi. Sepanjang malam, barangkali saya akan terus bermimpi ia agar dia menjadi bagian dari reformasi kepolisian di republik ini.

Pulang nanti, saya akan membawakannya film "Changeling" dan video ini.

 

 

 

 


Tag: polisi, Reformasi kepolisian

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat