Korupsi, Membeli Dan Menjual Waktu 2

Minggu, 22 Nov '09 21:07

Perumpamaan ‘waktu adalah uang’ ternyata tepat untuk koruptor. Orang rela korupsi demi untuk membeli dan menjual waktu.

Banyak kasus korupsi terjadi karena pelaku menyogok demi mempersingkat birokrasi. Jadi, mereka membayar ‘waktu’. Birokrasi di sini misalnya mencakup pelayanan dan  pemberian ijin. Sudah bukan hal aneh kalau kita katakan birokrasi di Indonesia sangat berbelit.

Pelayanannya yang memakan waktu dan pemberian ijin yang tidak transparan, akan memberikan kesempatan bagi beberapa ‘oknum’ pemerintahan untuk memanfaatkan kesempatan ‘oknum’ yang lain untuk melakukan aksi ‘suap’. Di sinilah timbul praktek korupsi. Dalam permasalahan ini yang harus diperbaiki adalah sistemnya untuk pencegahan terjadinya korupsi dan kolusi.

Di lain pihak, banyak pula dari kita yang melakukan korupsi waktu. Dalam kasus banyaknya PNS yang membolos setelah libur Lebaran, misalnya. Mereka rela gajinya dipotong untuk memuaskan diri menghabiskan waktu bersama keluarga. Tanpa sadar bahwa mereka pun melakukan korupsi. Yang semestinya waktu digunakan untuk melayani masyarakat, namun dihabiskan untuk kepentingannya sendiri.

Namun, apapun solusinya, entah itu system birokrasi ataupun hukuman efek jera, tidak akan berhasil menghilangkan praktek korupsi bila tidak ada perbaikan mental. Jadi, bila waktu adalah uang, maka waktu juga akan membuktikan mental.

 


Tag: korupsi, waktu, birokrasi, pns, sistem, pemerintahan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

rockitty 0 0
semoga kita tidak termasuk dalam barisan orang munafik... : )) ... huaa.. ssh juga kalau fasilitas di biarkan lewat begitu saja... : ) xixixixi... atau paling tidak jadilah orang yg selalu berusaha untuk memperbaiki diri... & tau batas! sebelum nafas sampai di tenggorokan.... \m/
endarthea 0 0
hmmm...

Silahkan login untuk memberikan pendapat