Pagar Makan Tanaman Dalam Praktek Korupsi 3
Rabu, 25 Nov '09 17:47
Pagar makan tanaman, istilah ini cocok untuk mereka yang bertugas membantu atau meringankan beban masyarakat, tetapi justru mengambil hak masyarakat atau pihak yang berhak.
Ada kejadian yang membuat saya gemas (geram, tepatnya).
Pada saat mengirimkan bantuan ke Padang Pariaman, satu dari tiga truk #IndonesiaUnite terguling. Massa dan polisi berkerumun di sekitar truk terguling itu, dan juga dua truk stand by digunakan untuk mengangkut barang bantuan yang masih bisa diselamatkan. Truk terguling itu kondisinya sudah rusak terbelah dan barang-barang bantuan berserakan keluar truk. Sebagian lagi masih di dalam truk, tetapi isinya semburat keluar dari dusnya masing-masing.
Para petugas dan polisi saat itu hanya berdiri mengamati evakuasi barang bantuan. Hasilnya, 2 karung beras dibawa oleh oknum petugas tanpa persetujuan kepada pihak kami. Saya melihat sendiri kejadiannya, hanya saja awalnya saya menyangka akan diserahkan lagi kepada kami, ternyata tidak. Bagi saya, ini memperpanjang daftar keburukan aparat keamanan.
Lalu siapa yang evakuasi barang bantuan IndonesiaUnite dari truk terguling ke truk baru?
Mereka adalah tim pemuda relawan salah satu komunitas. Satu per satu ‘ribuan’ baju layak pakai, bahan makanan, dan ‘ribuan’ botol air mineral yang semburat dari dusnya dioper ke truk baru. Gerakannya cepat dan susunannya pun rapi!
Yang membuat saya kagum lagi, di antara petugas dan massa yang mengambil barang bantuan kita tanpa pemberitahuan, pemuda-pemuda ini masih sempat meminta ijin untuk mengambil susu kaleng dan keju yang terlempar di rerumputan basah.
Tak hanya itu, esoknya saya dengar teman lain yang komunitasnya juga menyumbangkan baju-baju layak pakai dan bahan makanan. Ia komplain karena dus-dus berisi baju anak-anak ternyata hilang saat dititipkan ke petugas pemerintahan. Entah oknum mana yang mesti bertanggungjawab.
Mungkin barang-barang yang mereka ambil tidak seberapa nilai uangnya dibanding bantuan lain. Tetapi masih banyak yang lebih memerlukan dari mereka. Dan meski kecil kuantitasnya, tetap itu namanya korupsi, bukan? Tak beda dengan koruptor yang menggerogoti uang rakyat. Yang mestinya bekerja untuk melayani dan melindungi rakyat, tetapi justru memanfaatkan uang rakyat untuk kepentingan pribadi atau golongan.
Tag: korupsi, oknum, pagar makan tanaman, rakyat, petugas, pribadi, golongan
Terkait:
-
Perang Urat Saraf Tempo Vs Polisi
Selasa, 6 Jul '10 19:18 -
Pelaksanakan Pemilihan Elektronik (e-voting) pada 2014
Rabu, 19 Mei '10 17:27 -
Job Fair Banten 2009 Diduga Tak Sesuai DPA
Jumat, 14 Mei '10 00:59
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yusro: Penting

Hermawan Sulistyo, Pengamat Politik

Komentar:
nah, pembiaran itu namanya omission, itu korupsi juga, membiarkan orang maling.
saya yakin si Bapaknya Nobita itu melakukan act dalam kasus Century dan Boed dan SM itu omission, bahkan mau menjadi bemper
saya tetap yakin B&SM ini melakukan omission dalam century gate hahaha jadi ingat BDSM
sementara bapaknya Nobite ini, Nobi Nobisuke, melakukan act, tapi tertutupi oleh kesetiaan konyol BDSM itu hahaha
Silahkan login untuk memberikan pendapat