Mirisnya Korupsi Kesehatan 1
Minggu, 13 Des '09 15:32
Miris rasanya melihat pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya untuk rakyat kecil. Harga kesehatan di negara ini sangat mahal. Bahkan lebih parah lagi, banyak Rumah Sakit yang cenderung pilih-pilih pasien. Pasien miskin banyak yang ditolak karena tidak mampu bayar. Atau bila menggunakan jaminan dengan kartu miskin, pasien-pasien itu akan mendapat giliran terakhir. Coba lihat, suasana di Rumah Sakit, banyak pasien miskin yang dibiarkan menunggu atau ‘maaf’ berserakan di luar ruangan perawatan. Sangat tidak manusiawi. Bagaimana kalau penyakit mereka parah, membutuhkan penanganan cepat? Apakah demi uang obat yang mahal, pasien miskin harus dikorbankan nyawanya? Bukankah kesehatan adalah hak setiap warga negara.
Bagaimana pula dengan Puskesmas? Bila pasien miskin mendapatkan pelayanan dengan obat generik di sana, yang notabene murah, namun Puskesmas hanya dibuka hingga siang, lalu bagaimana bila sakit datang di sore atau malam? Mungkin ada baiknya Puskesmas di buka 24 jam?
Kondisi di atas sangat ironis bila kita melihat kasus korupsi yang terjadi di bidang kesehatan. Lebih dari 50 kasus korupsi kesehatan yang telah diusut oleh ICW dengan kerugian lebih dari Rp 128 M. Kasus itupun hanya mampu menyeret regulator di tingkat lokal Kepala Dinas Kesehatan, DPRD, atau Direktur Rumah Sakit. Sementara korupsi di tingkat atas nol. Kasus yang sudah berhasil diuangkap juga masih berkutat pada pengadaan barang dan jasa. Kasus korupsi dengan modus penyuapan masih sangat minim yang terungkap. Padahal kasus dengan modus penyuapan ini merupakan modus yang potensial terjadi di tingkat atas loh, yang mungkin melibatkan pejabat Departemen Kesehatan, DPR, Badan Pengawas Kesehatan, dan lainnya.
Coba, berapa banyak orang miskin yang akan terselamatkan nyawanya atau penyakitnya dengan uang yang digunakan untuk korupsi itu?
Tag: korupsi, ICW, kesehatan, rumah sakit, pasien
Terkait:
-
Benarkah Pemerintahan SBY Memikirkan Kehidupan dan Kepentingan Rakyat ?
Minggu, 21 Feb '10 12:50 -
Besar Anggaran, Makin Besar Pula Korupsinya
Senin, 21 Des '09 12:00 -
Korupsi Atas Nama Pendidikan
Minggu, 6 Des '09 19:03
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Harsudi: Penting

Hermawan Sulistyo, Pengamat Politik

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat