Besar Anggaran, Makin Besar Pula Korupsinya 3

Senin, 21 Des '09 12:00

Sekedar mengingatkan kerentanan korupsi di Negara kita. Sepertinya di bagian manapun sudah dikotori dengan tindakan tikus-tikus koruptor. Yang menyedihkan adalah bila penggerogotan itu sangat berdampak secara langsung pada penerus bangsa. Seperti memanfaatkan mereka yang belum dikotori dosa.

Contohnya adalah penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Berdasarkan audit BPK diketahui bahwa terdapat 6 dari 10 sekolah melakukan penyimpangan dana BOS ini! Dana BOS yang diselewengkan rata-rata mencapai Rp 13,7 juta per sekolah. Coba bayangkan, jumlah yang mugki tidak teralu besar, tetapi bias untuk membeli banyak buku pelajaran loh, atau memperbaiki fasilitas gedung sekolah untuk kenyamanan belajar.

Parahnya lagi,ada dinas kabupaten/kotamadya yang mengarahkan pengelolaan dana alokasi khusus (DAK pada pihak ketiga. Tahu sendiri, dana itu semakin lama bisa semakin menipis bila sudah mengikutsertakan pihak lain. Ironi di tengah meningkatnya anggaran pendidikan dan anggaran Depdiknas rupanya. Di mana anggaran Depdiknas periode 2004-2009 naik 115 persen dibanding periode sebelumnya.

Berdasarkan laporan ICW, Depdiknas diilai gagal mengelola anggaran pendidikan karena laporan keuagan Depdiknas tahun lalu hanya bisa mendapat status opini 'wajar dengan pengecualian'. Bagaimana dengan tahun ini ya?


 


Tag: korupsi, ICW, Depdiknas, anggaran, BOS

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Harsudi 0 0
Seharusnya, sebelum menaikkan anggaran pendidikan, dievaluasi dulu bagaimana pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya. Apakah benar pokok permasalahannya kekurangan anggaran. Karena fakta dilapangan adalah penyelewengan anggaran. Jadi diperketat dulu pengawasannya agar tidak terjadi kebocoran/penyelewangan anggaran, bukan asal tambah anggaran tanpa meningkatkan pengawasan penggunaan anggaran. Hal tersebut justru menumbuhkembangkan korupsi di lingkungan Diknas.
Riff 0 0
Btul btul btul....hhhhh
ordni 0 0
: )) Berangkatnya saja sudah salah. Bos seolah olah ada karena tekanan demontrans dsb. MM sangat memprihatinkan sekali, di Jember ada dana Bos ada yang diarahkan untuk beli Laptop dengan alasan ini itu .........
Akhirnya ada atau tidak ada hampir2 pengaruhnya sedikit sekali; yang terang benderang dana itu telah dibelokkan demi kepentingan pribadi2 dan upeti.

Silahkan login untuk memberikan pendapat